Ada Cinta Antara Andini Dan Literasi
Secangkir
kopi dalam balutan cita rasa yang begitu menggoda, setia menemani jemari yang
menari pada lembaran putih diatas meja kayu pojok favoritku. Mungkin terasa
aneh bagi mereka yang melihat, yah maklumlah setiap hari sepulang bercengkrama
dengan para laskar pelangi aku selalu membelai lembut andini dan kawan-kawannya
bahkan malampun aku asyik menatap indah lekuk tubuhnya yang begitu menggoda.
Seiring perjalanan waktu ada sedikit perubahan dalam keseharianku semenjak aku
dikenalkan pada cinta lamaku oleh dua
sahabat yang bernama Literasi.
Awalnya
aku tak mau CLBK pada cinta lama yang banyak menyimpan berjuta kenangan, tapi
rayuan jitu dua sahabatku membuat aku
termotivasi kembali untuk bereuni bersama cinta lamaku. Memang tak seintens
dahulu yang begitu menggebu merangkai kata diatas lembaran putih bersama tarian
jemari dan secangkir kopi, pelan tapi pasti rasa cinta itu tumbuh kembali meski
kadang terbagi antara andini dan lliterasi. Kucoba luapkan kisahku pada sebuah
puisi tak terasa ada yang membasahi pipi, eh ternyata aku terhanyut dalam ruang
waktu kisah itu, dan ketika kucoba ajak jemari bermain lagi bersama tinta
hitamku, aku malah tersenyum sendiri seakan
mengikuti alur drama kehidupan yang kutuang dalam sebuah cerpen. Mungkin
ini yang namanya jodoh, meski ingin kubuang jauh semua kenangan dan kutinggal
cinta lama itu tapi Allah mentakdirkan aku untuk kembali merajut cinta bersama
literasi leawat dua sahabatku.
Terima
kasih yang telah mengembalikan rasa cinta ini, tanpa engkau mungkin aku tak
bisa memahat berjuta kenangan Yang mungkin akan menjadi sebuah kisah klasik
untuk anak cucu dan para laskar pelangiku.
.


Comments
Post a Comment