TAK KONSISTEN
Denting jam di sudut kamar mengusik tidur Yasmin yang begitu terlelap. Dia masih terlena dalam mimpi indah sembari mengeliat menahan rasa kantuk, Perlahan Yasmin membuka matanya.
“Ya Tuhan!” Yasmin terperanjat melihat sang waktu menunjukkan pukul 8 pagi. Dia langsung bergegas mandi dan merapikan diri lalu tancap gas untuk pergi ke Cafee bersama kuda besi kesanyangannya. Se tiba di Cafee, dia sudah telat menghadiri rapat yang dimajukan dari jam biasanya karena Pak Taufik “bosnya” akan segera ke luar kota untuk cek kopi di kota Jember.
“Permisi, Pak. Bolehkah saya masuk?” Tanya Yasmin pada pak Taufik yang sedang memimpin rapat.
”Silahkan duduk, Min, tapi maaf hari ini proyekmu digantikan Uswah.”
“Tapi kenapa, Pak? Saya hanya telat sebentar.”
“Bukan masalah sebentar atau lama. Kita di sini para pekerja profesional. Project itu sudah lama saya percayakan padamu tapi kamu ternyata tidak bisa konsisten. Walaupun telat sebentar, kebetulan ada temanmu yang bisa memberi ide bagus untuk proyek itu. Jadi maaf, sudah bagus kamu tidak saya keluarkan dari tim.” Jelas Pak Taufik dengan tegas.
Langsung seketika Yasmin terdiam dengan wajah pucat. Setelah rapat selesai Yasmin pergi menuju meja bartender.
“Ada apa hari ini, Min? Kamu sampai telat tak seperti biasannya.”
“Ini salahku, Ira. Aku begadang menulis novel sampai larut malam, sampai lupa kalau ada project penting dan seharusnya menguntungkan bagiku.”
“Oalah makanya utamakan profesi dari pada hobi.” Sambung Ira sedikit menasehati.

Comments
Post a Comment